Taufan Wiguna

Berita Nikel

Posted by: taufanwiguna on: Juli 30, 2009

29 Juli 2009 09:21:24
Nikel Masih Terpuruk

Dalam pemberitaan akhir-akhir ini, ketika terjadi tren booming sektor pertambangan tahun lalu, ternyata, tak berlaku untuk komoditi nikel. Harga komoditi yang satu ini justru semakin terpuruk. Kondisi ini jelas memberi senti­men negatif bagi emiten saham seperti PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).   PT INCO mencatat penurunan laba bersih yang cukup signifikan hingga 87% pada triwulan I-2009. PT INCO hanya meraup laba bersih US$ 17,2 juta (US$ 0,002 per saham) pada triwulan I-2009, dibandingkan laba US$ 139,6 juta (US$ 0,014 per saham) pada  triwulan I-2008. Namun laba bersih triwulan I-2009 itu sudah lebih baik ketimbang rugi bersih US$ 9,8 juta (US$ 0,001 per saham) yang dicetak PT INCO pada triwulan IV-2008.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan nikel?

Produsen utama nikel dunia adalah Rusia, Australia, Kanada, New Caledonia dan Indonesia yang secara keseluruhan mempresentasikan sekitar 65% dari total produksi dunia.   Konsumsi nikel dunia sekitar 1 juta ton per tahun. Pusat konsumsi nikel dunia adalah Jepang sekitar 0,2 juta ton dan Uni Eropa sekitar 0,37 juta ton. Harga nikel berfluktuasi, Juni 2007 mencatat rekor  harga nikel tertinggi. Setelah itu harga terus berfluktuasi. Akhir tahun 2009 mencatat rekor harga terendah nikel  (Gambar 1).

Gambar 1.Harga nikel dalam lima tahun (Juli 2004-Juni 2009)

Pada awal tahun ini, stok nikel di LME sebesar 78.822 ton dengan harga nikel sebesar US$ 10.925/ton. Pada pertengahan tahun (tanggal 17 Juni 2009) stok nikel mencapai 108.186 ton dengan harga sebesar US$ 14.800/ton (Fortis Metal Monthly, Juni 2009). Dari sisi permintaan sebenarnya masih  belum kondusif akibat dampak krisis financial global sejak tahun 2008 lalu. Peningkatan harga ini akibat dari meningkatnya permintaan nikel di China pada Juni 2009. Hal ini juga menunjukkan bahwa saat inisedang terjadi recovery ekonomi di China yang antara lain disebabkan oleh stimulus ekonomi oleh Pemerintah China.

Dampak dari relatif masih rendahnya harga nikel ini, antara lain adalah bahwa telah terjadi  penutupan operasi tambang nikel di cekungan Sudbury, Kanada  milik Vale Inco Ltd yang memberikan kontribusi pada 10% produksi nikel dunia. Penutupan ini berjalan 2 bulan dari tanggal 1 Juni sd 27 Juli 2009. Alasan penutupan adalah sebagai dampak resesi global dan juga akibat masih hancurnya harga nikel saat ini. Penutupan ini berakibat pada berhentinya kegiatan pada sekitar 5000 orang pekerja (The Canadian Press, 13 Juli 2009), bahkan akan berakibat pensiun dini banyak pekerja. Namun skema ini nampaknya di tolak pekerja. Di sisi lain stopnya kegiatan ini barangkali akan dapat mengatrol harga nikel.

Sulitnya kondisi nikel ini kemungkinan yang menyebabkan PT INCO   untuk melakukan PHK terhadap sebagian karyawan PT INCO pada akhir Juli ini. Namun permintaan tersebut telah di tolak oleh Pemerintah karena akan memberikan dampak berantai dan juga dapat menciptakan citra yang kurang baik terhadap pertambangan.

www.djmbp.esdm. go.id

Tulisan di belakang truk , dll

Posted by: taufanwiguna on: April 22, 2009

Sering banget pas nyetir mobil, kita ada di belakang truk.
Jadi nggak sengaja kita pasti ngeliat tulisan-tulisan yang ada di bak
belakang truk dan masuk ke memori di otak kita. Kira-kira
kalo dikeluarin, ini tulisan2 tsb:

“Ku Nanti Jandamu”

NEW FEAR THE ME IS 3 –> Nyupir demi istri

AN3DIS

!!! SEKARANG BAYAR, BESOK GRATIS !!!

“WWW. A P KT NTE AJ.COM”

“Ber 2 1 7 an”

CAN’T ARE ROCK –> Ken Arok

MER – 123 – LUCK –> Mertua Galak

THONK HE LOVE –> Thonk khilaf

“Anda butuh waktu,kami butuh uang”

“Naik Gratis,Turun Bayar”

“Ma2ku 1/3 dis”

THE ME anak IS 3

Jagalah jandamu –>jagalah jarak anda???

“JANGAN DINIKAHI BILA SEGEL RUSAK”

“be are the kill us all come f??k” –>Biar dekil
asal kompak

SO FEAR SHE N THINK —> Sopir Sinting

BE YOUNG CARE ROCK —> Biang Kerok

Alone By Must —> Alon bae Mas

CINTAMU TAK SEMURNI BENSINKU

CINTAMU TAK SETULUS CINTA EMAK GW

Ja500Let –> Jago Pelet

Moe K Sue Fear 1/3 Rong –> Muka Supir
seperti
garong

SPONGE DONG

BURONAN MERTUA

“on any book an plumb pleasant”

“BERSATU DI PANGKALAN BERSAING DI
JALANAN”

**Bercinta di Bis Berpisah di Terminal**

“STREET FIGHTER”

PUTUS CINTA… sudah biasa…
PUTUS ROKOK… merana…
PUTUS REM… matilah kita…

Cintaku Berat Di Bensin

MAN7jur

JUM’AT KELABU —> Trayek Ps. Jumat – Pd. Labu

Mencari nafkah demi desah

JANDA BARU NENEN —> Trayek Juanda – Ps.
Baru – Senen

JANDA 1/3 DIS

Do Now .. Casino … In Draw … War Cop DKI

“bukan salah ibu mengandung.. .salah bapak
nga
pake
sarung”

LONG STREET OF MEMORY

“Ora Sama Bin Lain”

“besar di rantau, tua di jalan”

“tak sehina yang kau duga”

“Q-Cay Was here” trus dibawahnya ditulis
“kasian deh lo was here.. ke dokter aja”

“UCOK= Uang Cukup Ongkos Kurang”

“Lupa namanya, ingat rasanya”

“Enak tapi dosa”

“Istri goyang suami basah”

“pergi karena tugas … pulang karena beras.. “

“rejekiku dari silitmu” –> tulisan di truk sedot
tinja

MATSIBISHA

cinta di tolak dukun terbahak

F??k Here Miss Kind!!! –> Fakir Miskin

“goyang pantura”

Pulang malu, tak pulang rindu..

Ompol Dewo

Qwords.com: Laptop Sticker Contest

Posted by: taufanwiguna on: April 13, 2009

Peserta Qwords.com Laptop Sticker Contest 2009


Bersama yang mpunya..

Stiker di screen laptop gw ini punya konsep tersendiri loh.. yaitu laptop is advertiser, hehehe..jadi intinya adalah iklan. Baik ngiklanin blog jualan gw maupun ngiklanin diri gw sendiri..

Ini detail luarnya

Bagian pertama adalah promosi blog tempat jualan…itulah dia terpampang besar www.venditore.co.cc murni buat iklan :D

Bagian kedua adalah disebelah kiri, itu gambaran diri aja sih, secara fisik

Bagian ketiga sebelah kanan, itu juga gambaran diri secara batin…hahaha

Nah, bagian keempat sbelah bawah, ada nama gw, biar makin eksis

jadi,,intinya..biar gw terkenal!! maklum, pengen jadi selebritis tapi gak kesampaian..narsis abis gak sih?!


Bagian kedua


Bagian ketiga


Bagian keempat

gak penting tuh nama,,jadi gak usah dipotolah..:p

Ini bagian dalem

Bagian dalem ini buat di nikmatin sendiri..tapi kalo ada yang nyoba liat2 bagian dalemnya,,,tetep bisa liat iklan di “pojok kiri atas” (kayak iklan partai aja)

Banyak juga bisnis gw nih..

Posted by: taufanwiguna on: April 3, 2009

Yah..banyak sih alasan kenapa gw bikin banyak blog,,ada 3 yang jalan dan sedang berkembang

1. http://geotour.wordpress.com (yang ini membuat hobi menjadi uang)

2. http://georanger.wordpress.com (kalo ini sesuai sama latar belakang sebagai geologist)

3. http://vendirore.wordpress.com (yang ini membuat kebutuhan orang menjadi pemasukan gw) hehehe

seru lah pokoknya..

perjuangan mengembangkan bisnis sendiri, lebih dari perjuangan mengerjakan tugas akhir..hahahaha..

mudah2an bisnis gw terus berkembang..

Ya Allah..hanya kepada-Mu hamba memohon..

Wawancara dengan Hengki (TK ITB ‘77): Keilmuan dan Kepemimpinan

Posted by: taufanwiguna on: Februari 8, 2009

Triharyo Soesilo (TK’77), yang akrab disapa ‘Hengki’, adalah alumni ITB yang sukses memimpin PT Rekayasa Industri. Beliau juga pernah maju menjadi kandidat Ketua Alumni IA-ITB 2007-2012.

Berkaitan dengan visi, Bapak memiliki visi yang sangat berbeda tentang engineering dan para insinyur seperti dalam waktu kampanye calon ketua IA-ITB?

Iya betul, karena menurut saya keinsinyuran adalah solusi terhadap berbagai masalah bangsa saat ini. Ada yang menilai bahwa demokrasi adalah salah satu solusi, tetapi dari kacamata saya, profesi keinsinyuran tidak kalah pentingnya.

ITB mayoritas bergelar insinyur, selain itu lulusannya pun dituntut untuk menjadi seorang pemimpin. Bagaimana kaitannya insinyur dengan kepeminpinan dan perubahan bangsa, Pak?

Insinyur berasal dari kata ‘engineer’. Kata kerjanya adalah meng-engineered. ‘Engineer’ adalah menciptakan nilai tambah. Salah satu cara yang paling efektif untuk memajukan bangsa adalah menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia, juga memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan. Banyak negara-negara di dunia yang tidak mempunyai sumber daya alam tetapi mempunyai cadangan devisa yang sangat luar biasa, contoh-contohnya adalah Singapura, Korea, Jepang, dll. Mengapa negara-negara tersebut mampu? Karena para insinyurnya bekerja keras untuk menciptakan nilai tambah. Ambil contoh Jepang atau Korea, mereka mengimpor bahan mentah dari berbagai pelosok dunia dan memproduksi berbagai produk dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Misalnya minyak mentah ataupun LNG mereka impor dan kemudian diolah menjadi produk-produk yang lebih mahal.

Apakah insinyur Indonesia belum sekelas dengan insinyur Jepang dan Korea? Apakah yang membedakan insinyur di negara kita dan mereka, menurut Bapak?

Di sisi ilmu dasar dan juga penerapan, insinyur Indonesia tidak kalah dari insinyur asing. Mungkin kita banyak mendengar tentang para insinyur Indonesia yang bekerja di Qatar dan juga di negara-negara lain secara sukses. Namun pertanyaannya mengapa impor Indonesia saat ini masih hampir sama dengan ekspornya? Nah, di sini masalahnya adalah karena insinyur Indonesia lebih banyak berpikir ‘how’ dan tidak berpikir ‘why’. Ini adalah sebuah paradoks dan juga paradigm shift yang harus dilakukan oleh insinyur Indonesia. Maksud saya, insinyur Indonesia jangan hanya terus menerus berpikir ‘bagaimana membuat pesawat terbang’, bangga dengan ‘bisa membuat tank’, dan bangga dengan ‘membuat pabrik’. Tetapi yang lebih penting adalah, kenapa membuat pesawat terbang, kenapa membuat pabrik, kenapa membuat tank? Pertanyaan mengapa ini harus dijawab dengan sangat rinci oleh para insinyur terutama dari sisi keekonomian. Insinyur Indonesia harus terus-menerus berpikir ‘why’ selain ‘how’. Sebagai contoh, nilai tambah mengubah ketela menjadi terigu mungkin jauh lebih besar daripada nilai tambah dari mengimpor aluminium untuk dijadikan pesawat terbang yang semua peralatan fabrikasinya diperoleh dengan mengimpor.

Tetapi bagaimana apabila seorang lulusan ITB bergelar insinyur, lebih memilih mengembangkan masyarakat melalui politik atau LSM?

Saya menganggap hal tersebut tidak bermasalah. Namun yang saya concern adalah bila semakin banyak insinyur yang mengambil jalur ini sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan. Ini menurut saya sudah berlawanan dengan hakikat kita sebagai seorang insinyur. Karena jika Anda seorang insinyur maka tugas utama Anda adalah menciptakan karya-karya untuk kemaslahatan umat dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah kita kuasai. Jika kita melihat para politisi di dunia manapun, sangat jarang yang berasal dari insinyur. Umumnya mereka memiliki background hukum, sarjana politik, jurnalistik dll, artinya ilmu-ilmu non eksakta dan non-teknik. Ada seperti Margaret Thatcher yang seorang teknik kimia, ada juga Lula presiden Brazil yang seorang insinyur, ada juga presiden Soekarno yang seorang insinyur serta Habibie. Namun mayoritas para insinyur tidak mengambil jalur politik sebagai jalur utama karir mereka. Saya khawatir di Indonesia para insinyurnya merasa bahwa jalur keinsinyuran buntu dan mengambil jalur politik akibat dari kebuntuan tersebut. Itulah yang saya khawatirkan dan juga saya kampanyekan saat pemilihan ketua IA-ITB. Saya ingin para insinyur kembali ke jalur keinsinyuran tanpa tentunya menilai jalur-jalur lain ‘kurang tepat’ ataupun tidak sesuai. Bukan maksud saya untuk itu. Tak jarang pula, insinyur Indonesia yang bekerja di perusahaan asing atau di luar negeri, ketika sudah mapan lupa akan perkembangan bangsa sendiri. Bagaimana pendapat Bapak? Tentu kita tidak bisa menyalahkan kepada insinyur tersebut, itu adalah karena hukum alam yang berlaku. Mungkin di Indonesia tantangannya belum jelas dan juga mungkin di Indonesia imbalannya tidak sesuai dengan yang mereka terima di luar negeri. Namun dari pengalaman di perusahaan kami, syukur alhamdulilah para insinyur di perusahaan kami tidak mudah hengkang ke luar negeri walaupun mereka mendapat tawaran yang jauh lebih besar. Pengalaman saya, kita harus ingat kepada teori ekonomi yang ditulis dalam buku “Freakonomics”. Dalam dunia ini ada beberapa insentif bagi seseorang, yaitu insentif finansial, insentif sosial, dan insentif moral Insentif finansial adalah imbalan yang diperoleh oleh seseorang setelah mereka bekerja, tetapi ada 2 insentif lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu sosial dan moral. Ini adalah 2 insentif yang sangat powerful. Sebagai contoh insentif sosial adalah jejaring kekeluargaan dan kenyamanan bekerja dalam sebuah perusahaan. Ini sangat kuat bila memang dikembangkan. Banyak karyawan yang merasa nyaman bekerja di sebuah perusahaan walaupun insentif finansialnya kecil. Insentif sosial juga perlu misalnya mempertimbangkan tentang peran sang insinyur bagi masyarakatnya. Di perusahaan kami, kami sangat menonjolkan bahwa karya-karya yang kamihasilkan akan memberikan kemakmuran dan kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami selalu berupaya memberikan solusi-solusi teknologi secara mandiri di saat indonesia mengalami berbagai krisis. Misi inilah yang membuat para insinyur Indonesia yang bekerja di perusahaan kami merasa bahwa ada semacam insentif sosial bila bekerja di Rekayasa Industri. Selain itu insentif moral juga sangat powerful. Kami sengaja membuat mesjid perusahaan yang relatif agak nyaman. Kami juga sangat aktif mengadakan acara-acara Ramadhan, Idul Qurban, dll. Tidak hanya acara keaganaan Islam, tetapi juga agama lain seperti Kristen, dll. Dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melakukan kegiatan mereka beribadah dengan tenang dan nyaman, kami memberikan insentif lain yaitu insentif moral. Sehingga secara keseluruhan, paketnya menjadi sebuah tawaran yang sulit bagai para insinyur untuk meninggalkan perusahaan kami.

Apa visi hidup pribadi Bapak?

Saya ilustrasikan sebagai berikut: manusia lahir dengan sebuah jalur hidup yang akan memberikan amal maksimal bagi dirinya sehingga ia nantinya akan diterima di sisi Allah SWT dengan sempurna. Nah, jalur tersebut sebenarnya sudah ada dan dipersiapkan oleh Allah SWT, namun jalur tersebut adalah rahasia Allah SWT. Kita tidak bisa mengetahuinya karena disitulah letak upaya-upaya yang harus kita lakukan untuk mendekati atau kalau bisa berada di jalur hidup yang telah digariskan oleh Allah SWT. Sebagai contoh, menurut saya Allah SWT sudah menentukan siapa jodoh kita, apa pekerjaan yang harus kita kerjakan dan apa amalan yang harus kita berikan. Namun di saat kita mengarungi hidup, tanda-tanda Allah SWT tersebut sulit kita baca, terutama bila kita jauh dari-Nya. Itulah sebabnya doa terbanyak yang dibaca oleh seorang muslim adalah doa Al-Fatihah. Doa tersebut juga merupakan doa yang paling mudah dihapal oleh seorang anak kecil sekalipun. Tetapi apakah kita pernah memikirkan, mengapa doa tersebut harus dibaca berulang-ulang secara wajib dalam setiap rakaat sedangkan doa-doa lain sifatnya sunnah dan juga fleksibel? Jadi menurut saya sebenarnya doa Al-Fatihah itu ada 2 tahap, tahap pertama adalah memuja-muji Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang, pencipta alam semesta, penguasa hari akhirat, dll. Nah setelah itu barulah kita bertransisi untuk masuk ke tahap kedua, yaitu tahap kita memohon. Kita kemudian berkata, “Hanya kepada Engkau-lah saya berdoa dan hanya kepada Engkau-lah saya meminta.” Lalu kita masuk ke tahap 2 yaitu tahap meminta, “Tunjukkan hamba jalan yang lurus.”, jalan yang diridhoi Allah. Jadi itulah permintaan abadi seorang umat muslim dalam setiap doanya. Jadi sebenarnya hidup ini adalah sebuah perjuangan, perjalanan, dan permohonan agar Allah SWT menunjukan kita jalan yang diridhoi oleh-Nya. Semakin dekat atau ‘lurus’ jalan kita sesuai dengan jalur yang telah disiapkan oleh Allah SWT, semakin baik kehidupan kita di akhirat nanti. Karena setelah meninggal, kita tidak mungkin kembali lagi untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan kita. Nah, semakin dekat kita dengan Allah SWT akan semakin jelas Ia menunjukan jalan yang ia ridhoi. Saya menemukan message ini saat saya di SMA. Dalam berbagai pilihan-pilihan hidup, insya Allah saya selalu berusaha mendengarkan dan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Allah SWT. Semakin kita dekat, semakin syaitan sulit mengacau hati nurani kita.

Dalam kegagalan, bagaimana cara Bapak untuk bangkit dan mengatasinya?

Saya selalu berusaha untuk belajar dari kegagalan yang saya alami. Sebagai contoh, pengalaman pemilihan ketua IA-ITB itu adalah sebuah kegagalan bagi saya, tetapi saya menanggapinya sebagai berikut: pertama saya langsung menyadari bahwa mungkin bukan itu jalan yang diinginkan oleh Allah SWT bagi diri saya, bukan itulah jalur maksimal untuk beramal yang sudah disiapkan oleh Allah SWT. Tetapi saya selalu mengambil lessons learned atau pelajaran yang diperoleh dari kegagalan tersebut. Salah satu lessons learned yang saya pelajari adalah bahwa saya kurang dekat dengan organisasi-organisasi keislaman yang ada di ITB misalnya seperti Salman, Gamais, dll. Organisasi-organisasi tersebut ternyata sangat kuat di lingkungan alumni ITB dan mampu mengorganisir massa dengan efektif. Di sisi lain, karena karir saya di kampus dan juga setelah bekerja relatif jarang bersinggungan dan juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi massa tersebut, maka saya kurang bisa mengenal mereka dan mereka juga kurang mengenal saya. Bahkan dalam beberapa kampanye negatif, pernah dicetuskan bahwa saya mungkin bukan muslim. Saya menganggap hal tersebut karena saya kurang dekat dengan organisasi muslim yang ada di kampus. Kira-kira itu contoh lessons learned dari pengalaman pemilihan IA-ITB. Dari pengalaman tersebut, saya coba ‘mendekat’ ke teman-teman di organisasi muslim yang notabene adalah alumni-alumni ITB juga. Tidak ada maksud-maksud tertentu selain meningkatkan tali silaturahmi yang mungkin selama ini belum tercipta.

Apa harapan Bapak untuk bangsa Indonesia, ITB dan mahasiswanya?

Saya berharap ITB dan alumninya menjadi para insinyur yang mampu meningkatkan nilai tambah sehingga mensejahterakan rakyat Indonesia. Saat Ini nilai tambah selalu diciptakan oleh para insinyur-insinyur asing untuk kesejahteraan negara mereka. Kita saat ini sedang berada dalam peperangan yang luar biasa. Negara-negara yang tidak mampu menciptakan nilai tambah secara mandiri akan menjadi pasar negara-negara lain. Jadi kita harus membeli mobil, handphone, TV, terigu, kedelai, dll, dari negara lain, sehingga rakyat Indonesia terus menerus mensubsidi dan mensejahterakan rakyat di negara lain. Ini terjadi karena insinyur Indonesia kalah dalam peperangan menciptakan nilai tambah. Kita tidak bisa bikin mesin mobil, sepeda, dan juga pompa air sehingga kita harus membeli dari luar negeri. Inilah yang saya minta disadari oleh ITB dan alumninya. Semakin cepat ITB & alumninya sadar bahwa kita sedang kalah dalam peperangan dan sedang dijajah habis-habisan, akan semakin baik bagi kemajuan bangsa.

jakun_topan@yahoo.com geovisiontour@yahoo.com georanger@ymail.com